Memahami Taman Bawah Laut Amed Bali Timur

MENGERTI TENTANG AMED
Amed mengacu pada bentangan panjang pantai dari desa Cucik ke arah timur sekitar 14 km, menggabungkan tujuh desa Amed, Jemeluk, Bunutan, Lipah, Selang, Banyuning dan Aas. Laju kehidupan di sini lambat dan pemandangan pantai yang cukup menakjubkan membuat Amed tempat yang sempurna untuk liburan santai. Amed adalah daerah pengembangan wisata terbaru di Bali. Barulah pada tahun 2000 jalan-jalan sepanjang Amed dilapisi aspal. Sambungan telepon dipasang pada tahun 2003 dan butuh waktu hingga 2007 untuk jembatan yang akan dibangun di atas bagian dari jalan utama.

GREEN HEAVEN TRIP
Lebaran tahun lalu tepatnya pada 27 Oktober 2012, ada perjalanan menuju Amed, Amed terletak di ujung utara-timur Bali, sekitar tiga jam perjalanan dari Denpasar. Menggunakan 2 mobil rombongan. Berangkat jam 06:00. Amed diakses dengan memutar timur di desa Culik yang terletak di jalan utama pantai timur dari Karangasem ke Singaraja. Sepanjang jalan pinggiran pantai Amed, ada banyak sekali spot wisata seperti Villa, Guest House, Restaurant, Sampai Wisata Bahari Diving dan Senorkeling.

SKUBA DIVING & SENORKELING AMED
Ada satu spot yang memang menarik perhatian, bernama “Skuba Diving & Senorkeling”, selain rekomendasi dari beberapa kerabat yang bekerja di Travel Agency, spot yang satu ini juga banyak disarankan oleh kerabat yang berpengalaman. Spot ini adalah salah satu layanan wisata yang menyajikan keindahan taman bawah laut Amed.

SENORKELING
Untuk bisa menikmati wisata bawah laut di Amed, salah satunya bisa dengan Senorkeling, kita hanya perlu membayar biaya akomodasi tempat, parkir dan jasa wisata. Hanya dengan Rp. 30.000/orang anda sudah bisa menikmati keindahannya alam bawah laut Amed sampai puas. Itu kalau misalkan anda mempunyai Senorkles Tools yang lengkap. Jika tidak, tidak perlu khawatir karena disana Skuba Diving & Senorkeling menyediakannya secara lengkap. Jasa sewanya adalah:
1. Live Jacket = Rp 40.000
2. Kaca Senorkeling = Rp 15.000
3. Kaki Katak = Rp 20.000
Dengan gocek kurang dari Rp. 200.000/orang memang tidak terlalu mahal untuk pengalaman langka seperti ini.

TAMAN BAWAH LAUT AMED
Pantai Amed jauh dari yang saya bayangkan sebelumnya. Ternyata, terumbu karang di Amed sangat indah dan kaya akan berbagai macam jenis ikan yang sangat banyak jumlahnya pula. Hanya dengan snorkeling saja kita bisa berenang bersama ratusan bahkan mungkin ribuan schooling fish di pantai ini. Â Saya tidak begitu tahu jenis rombongan arisan ikan ini. Pokoknya, jenis ikannya mirip dengan ikan yang biasa kita makan, mungkin tenggiri, tongkol, cakalang, atau mungkin juga jenis ikan lain. Beberapa spesies ikan lain pun juga ada, seperti butterfly fish, pipe fish, angel fish, boxfish, dan berbagai macam ikan penghuni terumbu karang lainnya. Kami tak perlu menyewa kapal untuk menuju ke spot snorkeling di Amed. Cukup berenang saja dari bibir pantai menuju ke area terumbu karang. Lumayan menghemat biaya karena tidak perlu menyewa kapal lagi kan? Untuk peralatan snorkeling banyak tersedia di sepanjang Pantai Amed yang sangat panjang.

PURA BAWAH LAUT? A SUBMARINE MAILBOX
Antara tertipu dan tidak tertipu dan kami sendiri juga tidak tahu kita sangat antusias mencari pura di bawah laut Amed. Ternyata pura yang dimaksud adalah kotak pos yang memang sengaja di tenggelamkan oleh PT Pos Indonesia ke laut dengan kedalaman kurang lebih 5-10 meter (menurut guide). Nama “pura-pura pura” sebenarnya menurut papan yang ditempel di Jemeluk ini adalah “Submarine Mailbox”. Bentuknya memang seperti pura sih, tapi kan pura yang pura-pura. Lokasi persis pura bawah laut ini adalah di Teluk Jemeluk, Amed.

A JAPANESE SHIPWRECK
Di bagian lain Pantai Amed, terdapat pecahan kapal Jepang yang karam yang berubah bentuk menjadi terumbu karang yang indah. Tentu saja seperti yang telah saya sebutkan sebelumnya bahwa jenis dan jumlah ikan yang menghuni terumbu karang ini sangat banyak. Hanya saja, walaupun (atau mungkin karena ) terletak di dekat bibir pantai, arus air di sini lumayan kencang sehingga sedikit menyulitkan pergerakan kita. Lokasi Japanese shipwreck ini juga ditandai dengan benda mirip pelampung sehingga kita tahu arah di mana puing-puing kapal ini berada. Menurut orang lokal Shipwreck adalah bangkai kapal yang tenggelam di dasar laut. Japanese Wreck di Amed adalah salah satu bangkai kapal Jepang dari masa Perang Dunia II yang menyisakan keindahan karena dihuni berbagai jenis ikan.

TRAVELER

12655_4821359655674_150536707_n554143_4821361615723_1327255139_n

Advertisements

2 thoughts on “Memahami Taman Bawah Laut Amed Bali Timur

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s